Khiok Kut,Budaya langka menyusun kerangka Manusia


Summary:yoekie

Tradisi khiok Kut adalah ritual menyusun kembali kerangka orang tua atau leluhur. Upacara ini baru bisa dilakukan jika usia makam sudah delapan tahun keatas. Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi ini mulai muncul. Warga Tionghoa pengikut ajaran Tao, Konghucu dan Budha cuma bisa meyakini tradisi ini sebagai warisan budaya kuno leluhur dari Tiongkok.

Sebelum makam digali dan dilakukan khiok Kut, selurauh orang melaksanakan ritual terlebih dahulu melakukan sembahyang pai-pai dan sembahyang kepada dewa bumi. Berbagai sesaji juga disiapkan seperti, baju lengkap dan sepatu yang terbuat dari kertas, payung kertas, tampah kertas dan arak putih. Lilin dan joshua juga harus menyalah selama proses berlangsu, dan jika proses ini selesai baru penggalian dapat dilakukan. Setelah selurauh kerangka terlihat, satu persatu tulang diangkat keatas, namun bukan asal diangkat saja tapi ada aturannya. Urutan tulang disesuaikan dengan jenis kelamin tubuh yang dimakamkan. Kalau laki-laki pengambilan pertama dari kaki kiri, sementara yang perempuan dari kaki kanan. Bagian terakhir yang diangkat adalah bagian Tengkorak. Dengan penuh kehati-hatian bagian ini dinaikkan dengan perlindungan payung agar tak terkena sinar matahari. Waktu Khiok Kut pun bebeda-beda, tergantung perhitungan jam dan hari bagusnya si mendiang yang akan di Khiok Kut.

Jika lengkap, tulang belulang manusian berjenis kelamin pria yang terkumpul akan berjumlah 205 potong, sedangkan yang wanita berjumlah 206 potong. Namun jarang ada tulang yang jumlahnya komplit, paling tinggal 75 % yang ada. Untuk mensiasati agar kembali lengkap, tulang yang hilang itu diganti dengan kayu pohon dewa atau pohon yuki. Seluruh tukang dibersihkan dengan arak putih, kemudian dijemur lalu diikat dengan benang merah agar bersatu. Ini adalah simbol agar keturunan mendiang yang selama ini berselisih dapat bersatu kembali. Satu persatu tulang kemudian dimasukan kedalam Guci sesusai dengan tata cara yang berlaku. Setelah itu guci di tutup dan ditaruh gokok alias lima jenis kacang-kacangan dan kim hoa. Gokok adalah lambang kesuburan dedangkan kim hoa lambang kejayaan. Baru setelah itu guci bisa dimakamkan kembali ketempat semula, namun kalau keturunan mendiang ada yang selalu diterpa masalah dan sulit rejeki, guci harus dikubur ditempat baru atau dititipkan ke rumah abu.

Khiok Kut, Budaya langka menyusun kerangka Manusia Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/humanities/arts/1997109-khiok-kut-budaya-langka-menyusun/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

%d blogger menyukai ini: