Manusia..?

Terkadang saat aku merenung seorang diri aku bertanya pada diriku
Aku Manusia..Apa yang aku inginkan dalam hidup?
Apa yang aku harapkan dalam saatku?
Apa yang menjadi peranku?
Semua pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan yang klasik
Kenapa? Karena pertanyaan itu adalah untuk orang yang sedang mencari jati diri
Benarkah..?
Jika kau berada dalam posisi puncak sekarang
Jika kau telah menggapai semua impianmu
Jika kau telah mencapai apa yang kau citakan
Jika kau telah memiliki “mungkin” segalanya
Cobalah kau luangkan sedikit waktu untuk nuranimu
Nurani Manusiamu, bukan hasratmu, bukan ambisimu, juga bukan logikamu
Hanya hati dan nuramimu..
Tanyakanlah kembali pertanyaan-pertanyaan itu..
Apakah jawabanmu akan tetap sama?

Iklan

Mencari arti Dirimu

Waktu akan terus bergulir
Seiring hari yang terus berganti
Sejalan dengan jarum jam yang terus berdetak
Dan umur manusia yang terus bertambah
Namun hati ini tak pernah bisa berubah
Kulit boleh keriput
Rambut boleh beruban
Penglihatan mulai rabun
Namun hati ini tak pernah bisa berubah
Lama nian waktu ini terlewat dengan hanya membayangkan dirimu
Telah lewat topan badai kehidupan yang tak sedikit menoreh luka
Sudah putus hasrat jiwa akan hal yang menyenangkan didunia fana
Namun Hati ini tak pernah bisa berubah
Setiap kali aku berdoa
Setiap kali aku berharap
Setiap do’a dan harapan yang telah aku panjatkan
Tak sekalipun aku lewatkan do’a dan harapan untukmu
Untuk bertemu denganmu sekali saja sebelum tiba waktuku
Untuk berbincang walau cuma sedetik waktu
Untuk memandang meski hanya sekilas wajah
Untuk mencari jawaban ” APAKAH ARTI DIRIMU BAGIKU ?”

DO karena FaceBook

Siapa yang tak tau Facebook, yang suka ngenet pasti tau. Tapi ada juga yang kena masalah karena update status di jejaring sosial yang mewabah ini. Salah satunya masuk keranah pendidikan, bayangin, ada anak yang kena DO dari sekolahnya karena komentar mereka di jejaring FB.
Mereka komentar tentang keadaan disekolahnya, karena kata-kata yang mereka pilih salah (kata-kata kotor),siswa-siswa ini berakhir DO.

Kalau sudah begini, siapa yang salah??
Siswa beralasan mereka hanya mengeluarkan unek-unek yang mengganjal dalam hati mereka karena protes yang mereka sampaikan langsung ke pihak sekolah tak ada respon.
Sekolah beranggapan bahwa siswa-siswa tersebut tak bisa dima’afkan dan harus di Drop Out karena ucapan mereka di FB mengenai sekolah dan pendidik mereka. Karena kritikan mereka lewat status FB sudah melewati batas.

Kritik atas suatu masalah itu bagus, sebab dengan mengkritik berarti kita peduli. Namun dalam mengkritik kita perlu berhati-hati dalam memilih kata. Jangan sampai maksud baik kita menjadi bumerang bagi kita sendiri. Sekolah adalah tempat anak belajar dan untuk dididik, bila ada siswa yang berbuat salah baik dalam bentuk apapun semestinya tugas pendidik untuk meluruskannya bukan malah membuangnya.
Tanggung jawab mendidik anak adalah tugas dari orang tua, guru dan masyarakat. Kalo ada anak yang berbuat salah terus divonis tanpa diluruskan, kacau deh generasi mendatang..

Pendidikan Seks #2

Lanjutan Pendidikan Seks #1

Informasi apa yang seharusnya diberikan kepada generasi muda

Para pemuda memperoleh unformasi tentang sek dari banyak sumber termasuk jalinan komunikasi antar mereka dengan saling menukar pengetahuan dan pengalaman. Melalui media informasi seperti iklan,televisi,majalah,pamflet,buku dan internet. Beberapa informasi yang disampaikan oleh media-media ini adalah informasi yang akurat, tapi juga ada yang tidak. Memberikan informasi yang benar kepada generasi muda tentang hubungan seks bertujuan untuk lebih mengetahui seberapa banyak informasi yang telah mereka dapat tentang hubungan seks, menambahkan informasi lain yang belum mereka ketahui serta mengkoreksi pengetahuan yang salah yang mereka dapatkan. Contohnya, informasi tentang pemakaian kondom/alat pelindung atau tentang obat penangkal HIV yang mereka belum pahami bahwa obat ini belum ditemukan. Sangatlah penting untuk memberikan informasi yang benar kepada generasi muda untuk melindungi mereka dari bahaya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti HIV/AIDS. Hal ini bisa menjadi suatu dasar atau pedoman dalam mengembang sikap dan pola pandang mereka tentang hubungan seks dan seksualitas.
Ada beberapa poin penting yang perlu disampaikan kepada generasi muda, seperti :
* Pengembangan seksual dan reproduksi – Perubahan pada bentuk fisik dan emosi yang berkaitan dengan puberitas dan alat reproduksi, termasuk fertilasi dan konsepsi, seperti halnya penyakit yang ditularkan lewat hubungan badan dan HIV.
* Alat kontrasepsi dan kontrol kelahiran – Apa saja jenis alat kontrasepsi, bagaimana cara kerjanya, bagaimana menggunakannya, bagaiamana kita memutuskan untuk menggunakannya atau tidak, dan dimana tempat untuk mendapatkannya.
* Hubungan (relationship) – beberapa jenis hubungan, kasih sayang dan komitmen, pernikahan dan pertemanan dan hukum yang berkenaan dengan tingkah laku seksual dan suatu hubungan dalam lingkup pandang agama dan budaya tentang seks dan seksualitas serta keragamannya.
Sebagai tambahan, generasi muda juga perlu diberi pengertian tentang aborsi, seksualitas, dan kepercayaan diri.

Kapan waktu yang tepat untuk memulai pendidikan seks?

Sedini mungkin, sebelum seorang pemuda memasuki masa puberitas, dan sebelum mereka mengembangkan pola pikir dan tingkah laku. Perkembangan fisik, emosi, dan intelektual mereka bisa menjadi indikasi bagi kita untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberikan informasi apa yang perlu kita berikan pada mereka agar mereka bisa mengerti dan menyerap informasi tersebut. Apa saja yang perlu disampaikan dan bagaimana cara penyampaiannya, tergantung pada siapa yang memberikan pendidikan seksual, kapan mereka bisa memberikannya, dan dalam konteks yang bagaimana. ini tergantung juga pada para pemuda, apa yang mereka ingin tahu.
Sangat penting untuk memberikan pendidikan seks pada generasi muda sedini mungkin. ini akan menjadi dasar bagi mereka dalam membangun pengertian tentang hubungan seksual seiring dengan waktu dan bertambahnya informasi yang mereka akan dapatkan.
Apakah pendidikan seks pada usia dini mendorong generasi muda untuk berhubungan badan?
Beberapa merasa khawatir jika kita memberikan informasi tentang seks akan menimbulkan rasa penasaran sehingga mereka ingin mempraktekkannya. Dalam beberapa penelitian yang sudah dilakukan ditemukan fakta bahwa kekhawatiran tersebut tidaklah benar dan bahkan sebaliknya atau paling tidak meningkatkan penggunaan kondom atau alat kontrasepsi yang lain untuk seks yang aman. Penting untuk diingat bahwa generasi muda bisa menyimpan informasi ini kapan saja dan bisa mereka gunakan sewaktu-waktu.
Kapan seharusnya orang tua mulai berbicara tentang hubungan seksual?
Kadang terasa sulit bagi orang dewasa untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, tapi satu hal yang penting adalah tetap memberikan hubungan yang terbuka dengan anak-anak agar mereka bisa bertanya dengan leluasa jika mereka mempunyai suatu pertanyaan. Para orang tua dan pendidik bisa proaktif untuk mengajak mereka berdiskusi tentang hal ini. Biasanya, para orang tua dan anak merasa malu untuk membicarakan tentang hubungan seks dan seksualitas. Cara terbaik untuk memulainya adalah memberikan kebebasan kepada anak untuk bertanya tentang semua hal yang belum mereka ketahui dan mereka merasa penasaran tentangnya. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk menyediakan informasi yang tepat bagi mereka.
Seiring dengan bertambahnya usia sang anak, peranan orang tua akan berubah. Selanjutnya mereka akan mendapatkan pengajaran yang formal melalui sekolah dan pergaulan.

Sumber Tulisan : Avert.org

Pendidikan Seks #1

Apakah Pendidikan Seks ?


Pendidikan seks, yang terkadang disebut pendidikan seksualitas atau pendidikan tentang menjalin hubungan dan seks, adalah proses tentang kebutuhan akan informasi dan pembentukan sikap serta keyakinan tentang seks, identitas seksual, hubungan dan keintiman. Pendidikan seks juga merupakan tentang mengembangkan pengetahuan generasi muda sehingga mereka membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kebiasaan mereka, dan merasa yakin dan mampu untuk melakukan pilihan mereka. Sudah diterima dimasyarakat luas bahwa generasi muda punya hak untuk mendapatkan pendidikan tentang Seks. Ini karena pendidikan tentang seks dimaksudkan untuk membantu melindungi generasi muda melawan penyimpangan perilaku seks, eksploitasi, kehamilan yang tidak disengaja, penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Ini juga masih menjadi perdebatan bahwa memberikan pendidikan seks membantu mendapatkan hak generasi muda tentang informasi yang mempengaruhi mereka, hak mereka untuk memenuhi kebutuhannya dan membantu mereka untuk menikmati hubungan dan kegiatan seksual yang mereka lakukan.

Apakah Tujuan dari Pendidikan Seks?

Tujuan dari pendidikan tentang seks adalah untuk mengurangi resiko negative akibat dari perilaku seksual, seperti kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan dan penularan penyakit kelamin termasuk HIV. Pendidikan seks juga bertujuan untuk menyalurkan pengalaman positif dari kegiatan seksual generasi muda dengan memperbaiki kualitas hubungan mereka dan kemampuan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab pada masa mereka. Pendidikan seks yang berhasil, atau dengan kata lain yang efektif adalah pendidikan seks yang bisa mencakup kedua tujuan tersebut yaitu untuk membantu generasi muda agar berhati-hati (safe) dan menikmati kegiatan seksual mereka.

Kemampuan apa yang perlu dikembangkan dalam pendidikan seks ?


Jika kita menginginkan pendidikan seks menjadi efektif, kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan Kemampuan dan pengetahuan mereka juga dibutuhkan. Akan menjadi sulit bagi generasi muda untuk mewujudkannya hanya berdasarkan informasi saja.
Kemampuan yang perlu dikembangkan bagi generasi muda adalah merupakan Kemampuan umum dalam kehidupan. Bisa berkomunikasi, mendengar, bermasyarakat, bertanya( ingin tahu) dan mengenali siapa yang bisa membantu / menasehati, adalah kemampuan yang berguna yang bisa diterapkan dalam hubungan seksual. Pendidikan seks yang efektif mengembangkan Kemampuan generasi muda dalam bernegosiasi, membuat keputusan, tegas dan mendengarkan orang lain. Kemampuan penting yang lain adalah termasuk dapat mengenali tekanan dari orang lain dan menahan/menolaknya, menanggapi sebuah prasangka dan bias mencari bantuan dari orang dewasa – termasuk orang tua, orang berkarir dan professional – melalui keluarga, komunitas, dan layanan kesehatan serta kesejahteraan.
Pendidikan seks yang baik juga membantu generasi muda dengan memberikan kemampuan untuk membedakan informasi yang akurat atau tidak, dan berdiskusi tentang moral, isu masyarakat dan anggapan tentang seks dan seksualitas, termasuk perbedaan kebudayaan dan isu-isu sensitive seperti seksualitas, aborsi dan alat kontrasepsi.
Membentuk suatu sikap dan keyakinan
Generasi muda dapat terlindungi dari pengaruh luas sikap dan keyakinan tentang hubungan seks dan seksualitas. Terkadang ini juga saling bertentangan dan membingungkan. Misalnya, beberapa pesan kesehatan menekankan tentang resiko dan bahayanya hubungan seks dan beberapa media mempromosikan tentang ide bahwa aktif dalam kegiatan seks membuat seseorang lebuh menarik dan terlihat dewasa. Karena seks dan seksualitas merupakan subyek yang sensitive, generasi muda dan para pendidik tentang seks bisa mempunyai pandangan yang kuat pada sikap yang harus diambil oleh seseorang, moral yang bagaimana yang harus menjadi kerangka dalam kebiasaan hidup manusia – kedua hal tersebut juga terkadang menjadi perdebatan. Generasi muda sangat tertarik pada moral dan kerangka budaya yang menggabungkan seks dan seksualitas. Mereka bahkan suka membicarakan tentang persoalan dimana orang mempunyai pandangan yang kuat, seperti aborsi, hubungan seks sebelum menikah, lesbian dan gay serta alat kontrasepsi dan mengontrol jumlah kelahiran. Penting untuk diingat bahwa berbicara dengan berimbang tentang perbedaan pendapat tidak mempromosikan suatu pandangan pada pandangan lain, atau menjadikan satu pandangan saja. Menterjemahkan dan memahami sebuah budaya, keimanan, dan pandangan moral adalah untuk mencari solusi apakah nanti kita bisa setuju atau tidak.
Para pendidik yang mengajarkan tentang pendidikan seks mempunyai sikap dan keyakinan atau pandangan mereka sendiri tentang seks dan seksualitas, tapi sangat penting untuk tidak memaksakan keyakinan mereka sendiri pada apa yang mereka ajarkan. Misalnya, mereka yang punya keyakinan bahwa kita tidak boleh berhubungan seks sebelum menikah, ini tidak berarti mereka punya hak untuk menyimpan informasi tentang bagaimana berhubungan seks yang aman dan tentang kontrasepsi. Bila kita memaksakan pandangan kita sendiri tentang seks dan seksualitas pada generasi muda maka pendidikan seks yang kita berikan pada mereka tidak akan berhasil. Daripada kita menghalangi/menakut-nakuti generasi muda agar tidak berhubungan seks, lebih baik kita memberikan pengetahuan tentang resiko/akibat negative dari hubungan seks yang bebas serta membentuk suatu karakter yang kuat pada generasi muda agar bisa memutuskan sendiri jalan mana yang akan mereka ambil. Juga membekali mereka tentang bagaimanakah hubungan seks yang aman serta pentingnya penggunaan alat kontrsepsi.
Dalam memberikan pendidikan tentang seks, semestinya juga memberikan pemahaman kepada generasi muda kenapa manusia melakukan hubungan seks, bagaimana hubungan tersebut juga melibatkan emosi, perasaan dan rasa hormat pada pasangan. Sangatlah penting bagi generasi muda agar mereka mengerti dan mempunyai sikap untuk memutuskan bagi diri mereka sendiri bagaimanakah seharusnya hubungan mereka itu mengarah pada suatu hubungan yang baik. Generasi muda haruslah menjadi diri mereka sendiri dan mereka haruslah bisa bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil.

***Sumber Tulisan : Avert.org

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah