IRI

Kau tak muda lagi, tapi yang muda patut malu padamu
Malu pada semangatmu
Malu pada tekad hidupmu

Kau tak pernah kaya harta, tapi kau bisa jadi panutan yang kaya
Panutan untuk bisa memberi
Panutan untuk selalu bersyukur

Kau orang tua yang tak pernah tua
AKU IRI
Iri akan senyum yang tak pernah lepas dari wajahmu
Iri akan semangat yang tak pernah padam dari dadamu
Iri pada luhur yang tak luntur oleh waktu
Iri pada hatimu yang kaya santun dan asihmu
Seakan hidup itu mudah bagimu
Kau selalu bisa menikmati setiap detik dari hidup
Meski kutahu hidupmu tak semanis senyummu

Pak tua, terima kasih
Kau telah membuka pikiranku, mata hatiku dan semangatku
Sejatinya hidup adalah untuk berbagi,
Sejatinya hidup adalah untuk disyukuri,
Mungkin kita bisa temukan kata yang kita cari dalam hidup kita
” B A H A G I A ”

Iklan

Perang Dalam Diri

Gak tau kenapa
Pikiran itu selalu datang membayangi otakku
Sudah kubilang untuk pergi namun tak jua kunjung pergi
Seakan akan pikiran itu telah tertanam dalam otakku yang kecil ini
Ah…
Kenapa begini?
Kenapa pikiran yang tak patut itu terus datang dan datang lagi?
Disetiap kesendirian,
Didalam khayal,
Didalam lamunan
Pergi..Pergi kataku!!!
Aku tak mau, ato aku tak ingin tergoda
Terlalu besar yang dipertaruhkan
Terlalu besar kehancuran yang bisa ditimbulkan
Terlalu banyak hati yang akan tersakiti
Untuk sebuah kesenangan yang takkan bertahan
Untuk sebuah harapan yang tercela
Huff…
Bagaimana caranya aku hilangkan pikiran itu
Sebuah pemikiran yang hampir menguasai nuraniku?!!
Ah..Tidak..Tidak Boleh terjadi
Efeknya tidak hanya menghancurkan apa yang telah aku raih
Tapi juga apa yang ingin aku gapai
Ya Tuhan..
Tolonglah Hambamu dari godaan Syaitan dan Jin yang terkutuk
Sesungguhnya.., Syaitan itu adalah musuh yang benar-benar nyata
Hanya kepada Mu Hamba berserah, dan
Hanya kepada Mu Hamba memohon..
Lindungi Hamba Ya Allah..
Amin..

Lihat AKU

Lihat AKU
Coba kau palingkan wajahmu sejenak,
adakah kau lihat penyesalan dari mataku?

Lihat AKU
Jangan kau tutup matamu,agar tampak jelas wajah ini
adakah kau tampak sedikit saja keraguan dalam mimikku?

Lihat Aku
Dan jangan kau tepiskan wajahmu
tak ada niat lain selain tulusku

Aku adalah tetap aku
Tak ada sedikitpun yang berubah

Mungkin hanya sedikit warna rambut yang berubah
tapi yang lain tetap sama seperti dulu
Mungkin sedikit kerut diwajah
tapi yang lain tetap sama seperti dulu
Mungkin semua telah berubah
tapi hatiku tetap sama seperti dulu

Lihat AKU
Lihat dalam hatiku!!
Lihat dalam pikiranku!!
Lihat dalam jiwaku!!
Aku mohon padamu, Lihatlah meski sebentar..
Bagaimana aku teruskan hidup tanpa dirimu??

Ternyata Aku Sangat Menyayangimu

Situs Ringkasan Dunia

Tak Terasa sudah 5 tahun kita hidup bersama

Ada satu perasaan yang ganjil dalam hati,

entah kenapa rasa itu semakin lama semakin memudar..

Iyakah..?

Kadang aku bertanya..,  Kemanakah perasaan yang dulu meledak-ledak..?

Rasa Kangen yang tak terbendung,

Rasa Cinta yang menggunung,

Rasa Sayang yang berarung,

Kemanakah..?

Mungkinkah terkikis oleh hari-hari?

Lama aku mencari -cari

Suatu jawaban penenang hati

Hingga suatu hari, saat kejadian yang hampir merenggutmu itu terjadi..

Aku Sadar..

…Bahwa didasar hatiku yang paling dalam..

Aku masih teramat SAYANG dan MENCINTAIMU melebihi sebelumnya…

Dan aku bersyukur..

Karena ini membuktikan bahwa aku tidak pernah mengkhianati HATIKU..

Karena ini membuktikan bahwa aku masih takut kehilanganmu..

Karena ini membuktikan bahwa ternyata AKU MASIH SANGAT MENYAYANGIMU..

BAGIKU..

Hanya Kaulah ibu dari anak-anakku..

Separuh jiwa yang telah kuleburkan padamu..

## Kau takkan pernah bisa menyadari dan memahami betapa kau menyayangi seseorang hingga kau merasa akan kehilangannya##

(Terima Kasih untuk dirinya yang tela setia menemaniku selama ini, yang telah sabar dengan aku yang terlalu banyk kekurangan)

LOVE U Always

By Alfnar23

Kenalkan

Namaku Jay.. tapi jangan salah aku bukan Gay

Suami dari baru seorang istri..?

Ayah dari cukup 2 orang putra

Pemilik dari Warnet yang belum berdiri

Pengusaha muda yang belum punya usaha ( Ijin usaha aja belum punya )

Tapi..

Aku adalah Designer dari hidupku

Pemimpin di keluargaku

Pemilik dari otak dan tubuhku

Pendidik dari anak-anakku

Dan aku Bersyukur, karena aku adalah orang yang merdeka

dari keinginan yang berlebihan

dari harta yang menyesatkan

dari hasrat dan nafsu badani

Cukup ini yang benar-benar ingin kumiliki

Karunia yang tak ternilai dari sebuah episode kehidupan

Apa Aku Mengenalku?

Hanya Hitam Putih

Ahai..

Betapa senang hatiku menerima paket ini. Sudah satu minggu aku tunggu dan akhirnya datang juga.

Tak sabar aku buka saja dan kulihat isinya.

Sudah kuduga, paket ini berisi gambar diriku yang aku dapat dari seorang yang tidak kukenal ketika mengunjungi sebuah kota Yogya. Dia adalah seorang seniman lukis yang belum ernah aku kenal sebelumnya.

Ketika aku melintas didepannya, tiba-tiba dia menarik tanganku dan menawarkan diri untuk melukisku atau boleh dibilang gambar hitam putih dalam kertas gambar.

Sejenak aku menolak tawarannya, karena aku tak punya uang lebih untuk membayarnya. Tapi dia bilang gratis…

Akhirnya akupun mau saja menjadi model gambarnya.  Selang beberapa menit dia bilang sudaah selesai. ” Cepat sekali”, pikirku. tapi aku tak mau ambil pusing. Setelah itu aku coba minta gambar itu darinya, untuk kenang-kenangan.  Hanya dia menolaknya, dia berkata bahwa gambar ini belum sempurna. Belum ada jiwa dalam lukisannya, lalu dia hanya berkata, ” dalam satu minggu ini saudara tunggu dirumah saja, nanti kalau sudah selesai akan saya kirim. Dan coba saudara pahami gambar ini nantinya. Ini adalah gambaran diri anda yang saya lihat dari anda”.  Setelah dia menanyakan alamatku, dia berlalu.

Seminggu kemudian, akhirnya paket yang aku tunggu itu datang. Aku penasaran akan perkataan seniman tersebut. Sebenarnya apa yang dia lihat dari dalam diriku?

*******

Kuamati dan kuperhatikan lukisan atau lebih bisa disebut gambar itu.  Karena hanya seperti coretan dalam hitam dan putih. Tak ada yang aneh, biasa saja.

Setelah agak lama kuperhatikan ada yang ganjil juga. Seingatku waktu aku mau di lukis dia menyuruhku untuk tersenyum, tapi kenapa hasilnya tidak menggambarkan senyuman? hanya gambar wajah dengan tatapan yang kosong dan sedikit sekali senyum yang tergambarkan.

Dibawah gambar itu aku temukan sebuah tulisan kecil darinya.

” Inilah yang saya lihat dalam diri anda ketika anda tersenyum”. Begitu isi catatan kecilnya.

Seketika itupun aku sadar, bahwa sebegitu pandai kita menyembunyikan perasaan kita didepan orang lain. Masih ada yang bisa melihat kebenaran dalam diri kita yang sebenar-benarnya. Wajah dan senyuman hanya kiasan, tapi tak menggambarkan apa yang didalam hati. Senyum yang tulus mungkin lebih berarti daripada tertawa lebar hanya untuk menyenangkan orang lain.

Hal ini membuat aku sadar, bahwa tak mudah untuk jujur. Meski itu pada diri kita sendiri. Hanya kejujuran yang bisa membuat kita tenang, dan bisa menikmati hidup ini sepenuhnya serta memberikan makna yang lebih untuk kita sendiri dan orang lain.

*. Salam untuk orang-orang yang selalu tersenyum didepan orang lain.  Semoga senyuman itu ikhlas..!!

*. Salam untuk orang-orang yang selalu memberikan janji pada orang lain. Semoga janji itu benar..!!

*. Salam HANYA untuk pemimpin kita yang jujur. Karena itulah yang paling penting untuk kita dan yang paling kita butuhkan sekarang.

Siapakah Aku ?

Tak lepas mataku melihat pantulan gambar dicermin
Terlihat sesosok manusia yang wajahnya hampir mirip denganku
Aku coba membuka lebar-lebar mataku tak percaya
Siapakah sosok yang dicermin itu? tanyaku
Apakah itu aku?

Kuambil foto diri yang selalu aku taruh didompet
Aku bandingkan..
Aku lihat foto,
lalu aku lihat sosok dicermin..
Aku lihat foto lagi..

Ah…
Keningku berkerut, kucoba selami apa yang terjadi
Pikiranku mulai kalut dan bertanya
Siapakah aku?
Kenapa wajah dalam cermin itu tak sama dengan fotoku?
terlihat mirip, tapi tetap saja tak sama
Aku merasa wajah dalam cermin itu bukan aku
lalu..
Siapakah aku?
Apa yang terjadi denganku?
dan wajah siapakah dalam cermin itu?

Dalam gamang, aku menoleh kesisi ranjang tempat tidurku
Dimana tergolek seorang wanita yang selama ini aku kenal dengan sangat baik
Aku perhatikan wajahnya..
begitu damai, dalam tidurpun dia kelihatan cantik
Bagaikan putri yang sedang tersenyum penuh bahagia

Rasa penasaran ini masih menghinggapiku
Wajah wanita yang cantik inipun tak mampu menghalau rasa penasaranku
Tak tahan aku bangunkan dia perlahan..
aku goyang kakinya dengan lembut
Diapun terbangun..
Perlahan dia buka matanya, meski masih berat karena kantuk
Diapun akhirnya terbangun dan tersenyum padaku..

“Ada apa mas?”, tanyanya kemudian..
“Koq jam segini udah bangun?”
Aku terdiam sejenak lalu aku bertany
“Tolong beritahu aku, wajah siapakah yang ada dalam cermin ini?”
Lalu dia menjawab, ” Tentu saja wajah Mas.!”
“Tapi aku heran, kenapa wajah dalam cermin ini tak sama dengan gambar yang ada di fotoku?” tanyaku makin penasaran..

Lalu dia tersenyum. Da akupun semakin bingung..
“Boleh aku lihat foto yang mas pegang? dan akupun menyodorkan foto itu. Wajahnya berkerut sebentar melihat gambar dalam foto kemudian melihat wajah dalam cermin.
“Sama Koq..!”, katanya kemudian.
“Sama bagaimana? Apakah tak kau lihat perbedaannya?” tanyaku makin heran. Sempat terpikir olehku, apakah mataku yang salah? tapi, mata ini masih sehat. Kujaga dan kurawat, aku tak perlu pakai kacamata untuk membaca koran tiap hari meski tulisannya kecil.

Sejenak dia duduk dipinggir tempat tidur,sambil tersenyum lalu berkata,
“Mas, wajah dalam cermin itu adalah wajah mas. Foto ini juga gambar foto wajah mas. Yang membedakannya adalah wajah dalam cermin itu adalah wajah mas yang sekarang, kalau foto ini adalah gambar wajah mas 35 tahun yang lalu. Wajarkan kalau mulai terlihat beda.?!. Hari masih malam, ayo tidur lagi.?!” ajaknya.
Akupun tersenyum malu, tapi kini aku tahu siapa gambar wajah dalam cermin itu..

Apakah kau tahu siapakah wajah dalam cerminmu??

Rusak….!!!

Sudah Jadi apa dunia ini?

Orang-orang sudah mulai untuk TIDAK! memperhatikan sekitarnya. 
Apakah kita sekarang sudah sangat-sangat INDIVIDUALISTIS ? 
Apa yang terjadi?. Ya Tuhan…
Sinarilah kami dengan Rahmat Mu dan bukakanlah lagi mata hati mereka yang mulai tertutup oleh kepentingan-kepentingan. 
Aku ini seorang yang awam, tapi aku masih peduli……..
Aku peduli karena aku hidup ditengah masyarakatku yang juga peduli pada sekitarnya. Jadi kami adalah sekelompok MASYARAKAT KECIL yang masih peduli di tengah-tengah MASYARAKAT BESAR yang jumlahnya lebih sedikit tapi mulai melupakan darimana mereka berangkat, siapa yang mengantar mereka, dan apa yang mereka HUTANGKAN kepada kami.
Entah jadi apa kami ini nanti, jumlah kami banyak. Sangaaaaaaaat banyak, tapi lebih sering kami tidak didengar, apalagi diperhatikan..Mungkin salah kalau saya bilang kami sering TIDAK diperhatikan, yang pastinya ada yang memperhatikan kami. Tapi ya begitu…diperhatikan dari jauh, tapi tidak ada tindakan nyata yang menyeluruh. mungkin istilahnya lebih tepat kami ini DIAMATI daripada diperhatikan.
Pikir MEREKA ” Maunya apa mereka yang lebih banyak dari KITA itu? Jangan lengah, AMATI terus!!! kalo dirasa ada sinyal yan kurang bagus buat kita, kasih aja yang mereka mau asal jangan kita kasih semua….perwakilan aja yang paling VOKAL. Nti juga DIAM”.
Apakah benar pikiran mereka begitu? Tidak akan ada yang tahu. Yang tahu cuma TUHAN dan Kepada Nya  lah kita berserah juga berdoa semoga pikiran MEREKA tidak begitu.
Semoga saja MEREKA benar-benar memperhatikan kita, hanya saja sebagian kita belum terjangkau oleh perhatian MEREKA karena kendala jarak dan waktu. Dan bila saatnya nanti, kita juga dapat giliran untuk mendapatkan perhatian yang TULUS dari MEREKA.
BERSABAR saja, lakukan saja yang kita bisa agar kita masih bisa untuk tetap peduli meski dalam lingkup yang KECIL.!
SALUT bagi MEREKA!  yang Benar-benar Perhatian pada kami, yang TIDAK ya….TERSERAH MEREKA…..!!!! ! Toh pada akhirnya ada PENGADILAN yang benar-benar ADIL dan tidak terbantahkan dengan Saksi yang melekat pada tubuh KITA. 
Terima Kasih….

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah