Pada Pena

Saat-saat seperti ini, hanya pada pena aku bisa mengadu
Saat hati mulai galau dan bimbang, hanya pada pena aku ungkapkan
Semua hal indah yang pernah hinggap seakan lenyap oleh keangkuhan
Keangkuhan dan egoisme yang hingga sekarang kau pertahankan
Kapan kau mau berubah?
Sampai kapan aku harus bersabar?
Sampai kapan aku bisa bertahan?
Pikiran-pikiran yang muncul mulai menjauh dari logika
Bisikan-bisikan iblis mulai terdengar lagi
Setan dalam hatipun membujuk dan merayu
Sedikit akal sehat akankah bisa menghalau?
Entahlah….
Tapi aku tak mau kembali pada jalan yang telah lama aku tinggalkan
Jalan pintas yang selalu aku tempuh saat aku ingin lari dari keadaan
Jalan dengan banyak persimpangan yang hanya diambil oleh orang yang mulai putus asa
Atau malas menggunakan otaknya?!
Entahlah…
Pada pena aku mengadu
Tentang keresahan hatiku,
Tentang galau yang menimpa,
Tentang kisah yang tak lagi indah,
Tentang bisikan-bisikan iblis,
Tentang rayuan setan,
Tentang hal-hal yang diluar akal sehat,
Tentang merapuhnya logika,
Tentang menipisnya kesabaran dalam hati
Tentang semua yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya
dan
Tentang kita saat ini

Aku berharap dan masih berdo’a
Semoga terbuka jalan yang tidak berujung pada penyesalan
Amin…

4 Komentar (+add yours?)

  1. Sarticca
    Mar 24, 2012 @ 08:54:11

    Bkn jrg bgtz,kbykn cm da wkt enk nya doank,yupz masama.. Slm knl jg,jgn lpa mmpr y flendz k blog w..

  2. Sarticca
    Mar 24, 2012 @ 08:52:55

    Bkn jrg bgtz,kbykn cm da wkt enk nya doank,yupz masama.. Slm knl jg,jgn lpa mmpr y flendz k blog aq..

  3. Sarticca
    Mar 23, 2012 @ 11:49:38

    Amiiiiiin…
    I like it’s,mnrt w tmn yg pling baik adlah pena yg slalu ada bwt qta baik qta lg bhgia,sedih,galau dya slalu setia nemenin qta..

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

%d blogger menyukai ini: