DO karena FaceBook

Siapa yang tak tau Facebook, yang suka ngenet pasti tau. Tapi ada juga yang kena masalah karena update status di jejaring sosial yang mewabah ini. Salah satunya masuk keranah pendidikan, bayangin, ada anak yang kena DO dari sekolahnya karena komentar mereka di jejaring FB.
Mereka komentar tentang keadaan disekolahnya, karena kata-kata yang mereka pilih salah (kata-kata kotor),siswa-siswa ini berakhir DO.

Kalau sudah begini, siapa yang salah??
Siswa beralasan mereka hanya mengeluarkan unek-unek yang mengganjal dalam hati mereka karena protes yang mereka sampaikan langsung ke pihak sekolah tak ada respon.
Sekolah beranggapan bahwa siswa-siswa tersebut tak bisa dima’afkan dan harus di Drop Out karena ucapan mereka di FB mengenai sekolah dan pendidik mereka. Karena kritikan mereka lewat status FB sudah melewati batas.

Kritik atas suatu masalah itu bagus, sebab dengan mengkritik berarti kita peduli. Namun dalam mengkritik kita perlu berhati-hati dalam memilih kata. Jangan sampai maksud baik kita menjadi bumerang bagi kita sendiri. Sekolah adalah tempat anak belajar dan untuk dididik, bila ada siswa yang berbuat salah baik dalam bentuk apapun semestinya tugas pendidik untuk meluruskannya bukan malah membuangnya.
Tanggung jawab mendidik anak adalah tugas dari orang tua, guru dan masyarakat. Kalo ada anak yang berbuat salah terus divonis tanpa diluruskan, kacau deh generasi mendatang..

Comments are closed.

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

%d blogger menyukai ini: