Pendidikan Seks #1

Apakah Pendidikan Seks ?


Pendidikan seks, yang terkadang disebut pendidikan seksualitas atau pendidikan tentang menjalin hubungan dan seks, adalah proses tentang kebutuhan akan informasi dan pembentukan sikap serta keyakinan tentang seks, identitas seksual, hubungan dan keintiman. Pendidikan seks juga merupakan tentang mengembangkan pengetahuan generasi muda sehingga mereka membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kebiasaan mereka, dan merasa yakin dan mampu untuk melakukan pilihan mereka. Sudah diterima dimasyarakat luas bahwa generasi muda punya hak untuk mendapatkan pendidikan tentang Seks. Ini karena pendidikan tentang seks dimaksudkan untuk membantu melindungi generasi muda melawan penyimpangan perilaku seks, eksploitasi, kehamilan yang tidak disengaja, penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Ini juga masih menjadi perdebatan bahwa memberikan pendidikan seks membantu mendapatkan hak generasi muda tentang informasi yang mempengaruhi mereka, hak mereka untuk memenuhi kebutuhannya dan membantu mereka untuk menikmati hubungan dan kegiatan seksual yang mereka lakukan.

Apakah Tujuan dari Pendidikan Seks?

Tujuan dari pendidikan tentang seks adalah untuk mengurangi resiko negative akibat dari perilaku seksual, seperti kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan dan penularan penyakit kelamin termasuk HIV. Pendidikan seks juga bertujuan untuk menyalurkan pengalaman positif dari kegiatan seksual generasi muda dengan memperbaiki kualitas hubungan mereka dan kemampuan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab pada masa mereka. Pendidikan seks yang berhasil, atau dengan kata lain yang efektif adalah pendidikan seks yang bisa mencakup kedua tujuan tersebut yaitu untuk membantu generasi muda agar berhati-hati (safe) dan menikmati kegiatan seksual mereka.

Kemampuan apa yang perlu dikembangkan dalam pendidikan seks ?


Jika kita menginginkan pendidikan seks menjadi efektif, kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan Kemampuan dan pengetahuan mereka juga dibutuhkan. Akan menjadi sulit bagi generasi muda untuk mewujudkannya hanya berdasarkan informasi saja.
Kemampuan yang perlu dikembangkan bagi generasi muda adalah merupakan Kemampuan umum dalam kehidupan. Bisa berkomunikasi, mendengar, bermasyarakat, bertanya( ingin tahu) dan mengenali siapa yang bisa membantu / menasehati, adalah kemampuan yang berguna yang bisa diterapkan dalam hubungan seksual. Pendidikan seks yang efektif mengembangkan Kemampuan generasi muda dalam bernegosiasi, membuat keputusan, tegas dan mendengarkan orang lain. Kemampuan penting yang lain adalah termasuk dapat mengenali tekanan dari orang lain dan menahan/menolaknya, menanggapi sebuah prasangka dan bias mencari bantuan dari orang dewasa – termasuk orang tua, orang berkarir dan professional – melalui keluarga, komunitas, dan layanan kesehatan serta kesejahteraan.
Pendidikan seks yang baik juga membantu generasi muda dengan memberikan kemampuan untuk membedakan informasi yang akurat atau tidak, dan berdiskusi tentang moral, isu masyarakat dan anggapan tentang seks dan seksualitas, termasuk perbedaan kebudayaan dan isu-isu sensitive seperti seksualitas, aborsi dan alat kontrasepsi.
Membentuk suatu sikap dan keyakinan
Generasi muda dapat terlindungi dari pengaruh luas sikap dan keyakinan tentang hubungan seks dan seksualitas. Terkadang ini juga saling bertentangan dan membingungkan. Misalnya, beberapa pesan kesehatan menekankan tentang resiko dan bahayanya hubungan seks dan beberapa media mempromosikan tentang ide bahwa aktif dalam kegiatan seks membuat seseorang lebuh menarik dan terlihat dewasa. Karena seks dan seksualitas merupakan subyek yang sensitive, generasi muda dan para pendidik tentang seks bisa mempunyai pandangan yang kuat pada sikap yang harus diambil oleh seseorang, moral yang bagaimana yang harus menjadi kerangka dalam kebiasaan hidup manusia – kedua hal tersebut juga terkadang menjadi perdebatan. Generasi muda sangat tertarik pada moral dan kerangka budaya yang menggabungkan seks dan seksualitas. Mereka bahkan suka membicarakan tentang persoalan dimana orang mempunyai pandangan yang kuat, seperti aborsi, hubungan seks sebelum menikah, lesbian dan gay serta alat kontrasepsi dan mengontrol jumlah kelahiran. Penting untuk diingat bahwa berbicara dengan berimbang tentang perbedaan pendapat tidak mempromosikan suatu pandangan pada pandangan lain, atau menjadikan satu pandangan saja. Menterjemahkan dan memahami sebuah budaya, keimanan, dan pandangan moral adalah untuk mencari solusi apakah nanti kita bisa setuju atau tidak.
Para pendidik yang mengajarkan tentang pendidikan seks mempunyai sikap dan keyakinan atau pandangan mereka sendiri tentang seks dan seksualitas, tapi sangat penting untuk tidak memaksakan keyakinan mereka sendiri pada apa yang mereka ajarkan. Misalnya, mereka yang punya keyakinan bahwa kita tidak boleh berhubungan seks sebelum menikah, ini tidak berarti mereka punya hak untuk menyimpan informasi tentang bagaimana berhubungan seks yang aman dan tentang kontrasepsi. Bila kita memaksakan pandangan kita sendiri tentang seks dan seksualitas pada generasi muda maka pendidikan seks yang kita berikan pada mereka tidak akan berhasil. Daripada kita menghalangi/menakut-nakuti generasi muda agar tidak berhubungan seks, lebih baik kita memberikan pengetahuan tentang resiko/akibat negative dari hubungan seks yang bebas serta membentuk suatu karakter yang kuat pada generasi muda agar bisa memutuskan sendiri jalan mana yang akan mereka ambil. Juga membekali mereka tentang bagaimanakah hubungan seks yang aman serta pentingnya penggunaan alat kontrsepsi.
Dalam memberikan pendidikan tentang seks, semestinya juga memberikan pemahaman kepada generasi muda kenapa manusia melakukan hubungan seks, bagaimana hubungan tersebut juga melibatkan emosi, perasaan dan rasa hormat pada pasangan. Sangatlah penting bagi generasi muda agar mereka mengerti dan mempunyai sikap untuk memutuskan bagi diri mereka sendiri bagaimanakah seharusnya hubungan mereka itu mengarah pada suatu hubungan yang baik. Generasi muda haruslah menjadi diri mereka sendiri dan mereka haruslah bisa bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil.

***Sumber Tulisan : Avert.org

Comments are closed.

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

%d blogger menyukai ini: