Apa Aku Mengenalku?

Hanya Hitam Putih

Ahai..

Betapa senang hatiku menerima paket ini. Sudah satu minggu aku tunggu dan akhirnya datang juga.

Tak sabar aku buka saja dan kulihat isinya.

Sudah kuduga, paket ini berisi gambar diriku yang aku dapat dari seorang yang tidak kukenal ketika mengunjungi sebuah kota Yogya. Dia adalah seorang seniman lukis yang belum ernah aku kenal sebelumnya.

Ketika aku melintas didepannya, tiba-tiba dia menarik tanganku dan menawarkan diri untuk melukisku atau boleh dibilang gambar hitam putih dalam kertas gambar.

Sejenak aku menolak tawarannya, karena aku tak punya uang lebih untuk membayarnya. Tapi dia bilang gratis…

Akhirnya akupun mau saja menjadi model gambarnya.  Selang beberapa menit dia bilang sudaah selesai. ” Cepat sekali”, pikirku. tapi aku tak mau ambil pusing. Setelah itu aku coba minta gambar itu darinya, untuk kenang-kenangan.  Hanya dia menolaknya, dia berkata bahwa gambar ini belum sempurna. Belum ada jiwa dalam lukisannya, lalu dia hanya berkata, ” dalam satu minggu ini saudara tunggu dirumah saja, nanti kalau sudah selesai akan saya kirim. Dan coba saudara pahami gambar ini nantinya. Ini adalah gambaran diri anda yang saya lihat dari anda”.  Setelah dia menanyakan alamatku, dia berlalu.

Seminggu kemudian, akhirnya paket yang aku tunggu itu datang. Aku penasaran akan perkataan seniman tersebut. Sebenarnya apa yang dia lihat dari dalam diriku?

*******

Kuamati dan kuperhatikan lukisan atau lebih bisa disebut gambar itu.  Karena hanya seperti coretan dalam hitam dan putih. Tak ada yang aneh, biasa saja.

Setelah agak lama kuperhatikan ada yang ganjil juga. Seingatku waktu aku mau di lukis dia menyuruhku untuk tersenyum, tapi kenapa hasilnya tidak menggambarkan senyuman? hanya gambar wajah dengan tatapan yang kosong dan sedikit sekali senyum yang tergambarkan.

Dibawah gambar itu aku temukan sebuah tulisan kecil darinya.

” Inilah yang saya lihat dalam diri anda ketika anda tersenyum”. Begitu isi catatan kecilnya.

Seketika itupun aku sadar, bahwa sebegitu pandai kita menyembunyikan perasaan kita didepan orang lain. Masih ada yang bisa melihat kebenaran dalam diri kita yang sebenar-benarnya. Wajah dan senyuman hanya kiasan, tapi tak menggambarkan apa yang didalam hati. Senyum yang tulus mungkin lebih berarti daripada tertawa lebar hanya untuk menyenangkan orang lain.

Hal ini membuat aku sadar, bahwa tak mudah untuk jujur. Meski itu pada diri kita sendiri. Hanya kejujuran yang bisa membuat kita tenang, dan bisa menikmati hidup ini sepenuhnya serta memberikan makna yang lebih untuk kita sendiri dan orang lain.

*. Salam untuk orang-orang yang selalu tersenyum didepan orang lain.  Semoga senyuman itu ikhlas..!!

*. Salam untuk orang-orang yang selalu memberikan janji pada orang lain. Semoga janji itu benar..!!

*. Salam HANYA untuk pemimpin kita yang jujur. Karena itulah yang paling penting untuk kita dan yang paling kita butuhkan sekarang.

Comments are closed.

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

%d blogger menyukai ini: