Rakus

Aku tak puas

Aku tak pernah bisa merasa puas

Sudah kudapat semua yang aku inginkan dalam hidup

Harta, jabatan, kekuasaan sudah dalam genggaman

Namun semua itu semakin membuatku ingin memiliki lebih

Apa yang aku cari sebenarnya?

Apa yang aku inginkan sebenarnya?

Dalam ruang hati yang tersembunyi

Ada hasrat untuk berbagi untuk sesama, tapi aku takut…

Entah takut akan apa?

Habis Harta? Turun Jabatan? Hilang Kekuasaan? Atau

Memang AKU ini Orang Yang RAKUS?

Mungkin juga Aku RAKUS, atau Memang AKU RAKUS?

AKU…..AKU…..AKU MEMANG RAKUS…

AKU RAKUS….

AKU RAKUS….RAKUS…RAKUS…RAKUS…RAKUS…!!!!

OH TUHAN…

TOLONG ” JANGAN SELAMATKAN AKU!!!!!!

You Ring My World

You take me a journey to the past

Make me feel flying with imaginary of wanted woman

Floating My Heart with forbidden Feeling..

FORBIDDEN..!!!

It Hurts, but Its true!!!

I’ve Bounded and Will never change

Never..Ever..Ever

I thank you But No Thanks

See What I Mean..?

 

Hanya Bayangan???

Entahlah..

Dalam beberapa malam ini aku selalu dihantui oleh bayangan

Bayangan seseorang yang aku merasa tidak mengenalnya

Bayangan yang selalu hadir disetiap aku pejamkan mata

Kucoba untuk meluruskan pikiran sejenak

Kutanyakan pada hati dan pikiranku

Apakah ada seseorang yang ingin sekali aku temui?

Ataukah ada seseorang yang menjadi fokus padanya?

Ah…

Gak ada tuh..

Hari-hariku berjalan biasa dan tak ada seseorangpun yang mampir dalam pikiran dan hatiku

Kalo lewat dimataku sich mungkin???!!!!

Kita orang khan masih normal gitu!!!???

Lalu…

Siapakah bayangan itu?

Orang yang nyatakah? ato Setan? ato cuma imajinasi alam bawah sadar?

Siapapun Bayangan itu aku berharap bahwa

Dia Bukan Siapa-siapa..

Hanya Bayangan…

 

Pada Pena

Saat-saat seperti ini, hanya pada pena aku bisa mengadu
Saat hati mulai galau dan bimbang, hanya pada pena aku ungkapkan
Semua hal indah yang pernah hinggap seakan lenyap oleh keangkuhan
Keangkuhan dan egoisme yang hingga sekarang kau pertahankan
Kapan kau mau berubah?
Sampai kapan aku harus bersabar?
Sampai kapan aku bisa bertahan?
Pikiran-pikiran yang muncul mulai menjauh dari logika
Bisikan-bisikan iblis mulai terdengar lagi
Setan dalam hatipun membujuk dan merayu
Sedikit akal sehat akankah bisa menghalau?
Entahlah….
Tapi aku tak mau kembali pada jalan yang telah lama aku tinggalkan
Jalan pintas yang selalu aku tempuh saat aku ingin lari dari keadaan
Jalan dengan banyak persimpangan yang hanya diambil oleh orang yang mulai putus asa
Atau malas menggunakan otaknya?!
Entahlah…
Pada pena aku mengadu
Tentang keresahan hatiku,
Tentang galau yang menimpa,
Tentang kisah yang tak lagi indah,
Tentang bisikan-bisikan iblis,
Tentang rayuan setan,
Tentang hal-hal yang diluar akal sehat,
Tentang merapuhnya logika,
Tentang menipisnya kesabaran dalam hati
Tentang semua yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya
dan
Tentang kita saat ini

Aku berharap dan masih berdo’a
Semoga terbuka jalan yang tidak berujung pada penyesalan
Amin…

IRI

Kau tak muda lagi, tapi yang muda patut malu padamu
Malu pada semangatmu
Malu pada tekad hidupmu

Kau tak pernah kaya harta, tapi kau bisa jadi panutan yang kaya
Panutan untuk bisa memberi
Panutan untuk selalu bersyukur

Kau orang tua yang tak pernah tua
AKU IRI
Iri akan senyum yang tak pernah lepas dari wajahmu
Iri akan semangat yang tak pernah padam dari dadamu
Iri pada luhur yang tak luntur oleh waktu
Iri pada hatimu yang kaya santun dan asihmu
Seakan hidup itu mudah bagimu
Kau selalu bisa menikmati setiap detik dari hidup
Meski kutahu hidupmu tak semanis senyummu

Pak tua, terima kasih
Kau telah membuka pikiranku, mata hatiku dan semangatku
Sejatinya hidup adalah untuk berbagi,
Sejatinya hidup adalah untuk disyukuri,
Mungkin kita bisa temukan kata yang kita cari dalam hidup kita
” B A H A G I A ”

Perang Dalam Diri

Gak tau kenapa
Pikiran itu selalu datang membayangi otakku
Sudah kubilang untuk pergi namun tak jua kunjung pergi
Seakan akan pikiran itu telah tertanam dalam otakku yang kecil ini
Ah…
Kenapa begini?
Kenapa pikiran yang tak patut itu terus datang dan datang lagi?
Disetiap kesendirian,
Didalam khayal,
Didalam lamunan
Pergi..Pergi kataku!!!
Aku tak mau, ato aku tak ingin tergoda
Terlalu besar yang dipertaruhkan
Terlalu besar kehancuran yang bisa ditimbulkan
Terlalu banyak hati yang akan tersakiti
Untuk sebuah kesenangan yang takkan bertahan
Untuk sebuah harapan yang tercela
Huff…
Bagaimana caranya aku hilangkan pikiran itu
Sebuah pemikiran yang hampir menguasai nuraniku?!!
Ah..Tidak..Tidak Boleh terjadi
Efeknya tidak hanya menghancurkan apa yang telah aku raih
Tapi juga apa yang ingin aku gapai
Ya Tuhan..
Tolonglah Hambamu dari godaan Syaitan dan Jin yang terkutuk
Sesungguhnya.., Syaitan itu adalah musuh yang benar-benar nyata
Hanya kepada Mu Hamba berserah, dan
Hanya kepada Mu Hamba memohon..
Lindungi Hamba Ya Allah..
Amin..

Manusia..?

Terkadang saat aku merenung seorang diri aku bertanya pada diriku
Aku Manusia..Apa yang aku inginkan dalam hidup?
Apa yang aku harapkan dalam saatku?
Apa yang menjadi peranku?
Semua pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan yang klasik
Kenapa? Karena pertanyaan itu adalah untuk orang yang sedang mencari jati diri
Benarkah..?
Jika kau berada dalam posisi puncak sekarang
Jika kau telah menggapai semua impianmu
Jika kau telah mencapai apa yang kau citakan
Jika kau telah memiliki “mungkin” segalanya
Cobalah kau luangkan sedikit waktu untuk nuranimu
Nurani Manusiamu, bukan hasratmu, bukan ambisimu, juga bukan logikamu
Hanya hati dan nuramimu..
Tanyakanlah kembali pertanyaan-pertanyaan itu..
Apakah jawabanmu akan tetap sama?

Untuk Siapa?

Tingkahmu memalukan
Sikapmu memuakkan
Ucapmu menyesatkan
Tindakanmu menjijikkan
Janjimu memabukkan

Entah kau ini apa?
Manusia? tapi tindakanmu tidak manusiawi
Syetan? tapi wujudmu kelihatan
Binatang? mungkin lebih mirip..

Kau ada karena kami
Karena kami kau disana
Kau disana mestinya untuk kami
Untuk kami tak pernah kau peduli

Kau..
Sekali saja dalam hidupmu
cobalah tanyakan dalam hatimu
Masihkah ada manusia didalam sana?

Mencari arti Dirimu

Waktu akan terus bergulir
Seiring hari yang terus berganti
Sejalan dengan jarum jam yang terus berdetak
Dan umur manusia yang terus bertambah
Namun hati ini tak pernah bisa berubah
Kulit boleh keriput
Rambut boleh beruban
Penglihatan mulai rabun
Namun hati ini tak pernah bisa berubah
Lama nian waktu ini terlewat dengan hanya membayangkan dirimu
Telah lewat topan badai kehidupan yang tak sedikit menoreh luka
Sudah putus hasrat jiwa akan hal yang menyenangkan didunia fana
Namun Hati ini tak pernah bisa berubah
Setiap kali aku berdoa
Setiap kali aku berharap
Setiap do’a dan harapan yang telah aku panjatkan
Tak sekalipun aku lewatkan do’a dan harapan untukmu
Untuk bertemu denganmu sekali saja sebelum tiba waktuku
Untuk berbincang walau cuma sedetik waktu
Untuk memandang meski hanya sekilas wajah
Untuk mencari jawaban ” APAKAH ARTI DIRIMU BAGIKU ?”

APA KABAR KAMU?

Kau yang entah dimana
Apa kabarmu?
Telah lama kita tak pernah bertemu
Entah kapan bisa

Apa yang kau pikirkan saat ini?
Apakah ada sedikit saja terbersit ingatanmu akan diriku
Ataukah telah kau hapus semua cerita kita yang tak kesampaian

Kau yang entah dimana
Masih bisakah kita bertemu?
Mungkin??
Tapi entah kapan
Semoga Tuhan masih mengijinkan diriku bersua denganmu
Kuharap engkau saat ini bahagia dengan siapapun engkau bersama

Saat kita bertemu
Mungkin..??!!
Hanya satu yang ingin kuucapkan, MA’AF…

Ma’afkan aku yang tak mengerti
Ma’afkan aku atas apa yang lewatkan

Sampai saat ini..
Sampai detik inipun rasa itu tak pernah hilang
Terlalu lama aku menunggu, saat waktu itu tiba..
Aku tak bisa menangkap apa yang ingin kau ungkapkan
Ma’afkan aku…
Ma’afkan aku…

Previous Older Entries

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah