Penyakit Kelamin Pada Wanita


Penyakit kelamin bukan hanya domain pria saja, wanita juga bisa terjangkiti penyakit pada kelaminnya. Ada beberapa penyakit kelamin pada wanita yang biasanya ditularkan lewat hubungan sex sesama jenis atau Lesbian.
Mungkin juga pada wanita Heterosexual tanpa disadari.
1. Seriawan, merupakan pertumbuhan berlebih dari semacam bakteri seperti ragi yang menyebabkan gatal pada vagina dan nyeri, sering dengan keluarnya cairan putih. Hal ini dapat ditularkan melalui hubungan seks antara perempuan ( Lesbian ), meskipun seks oral pada Lesbian beresiko rendah.
2. Bacterial vaginosis(BV),adalah pertumbuhan berlebih dari bakteri vagina yang menyebabkan keluarnya bau, yang sering dialami oleh para lesbian. Kemungkinan disebabkan oleh pewangi pada sabun mandi dan Bath Oil.
3. Kutil kelamin,adalah benjolan pada vulva yang tidak meninbulkan rasa sakit, di dalam vagina, pada leher rahim atau bulat anus. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dengan kutil, misalnya dengan menyentuh, menggosok atau berbagi mainan seks. Hal ini tidak seperti kutil non-genital, seperti di tangan, yang dapat ditransfer ke alat kelamin
4. Trichomonas vaginalis (TV),mengeluarkan busa pada vagina,menimbulkan rasa gatal dan hanya ditularkan melalui kontak dengan vagina saja, misalnya dengan menyentuh atau berbagi mainan seks.
5. Herpes bisa menyebabkan luka yang menyakitkan di bagian dalam vulva / vagina atau anus (ini herpes kelamin) atau pada mulut (luka dingin). Herpes dapat ditularkan melalui kontak dengan luka, misalnya dengan menyentuh, cumbuan atau berbagi mainan seks. Oral seks juga dapat menularkan virus Herpes.Bisa menular namun tidak memiliki gejala apapun. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mayoritas wanita yang berhubungan seks dengan perempuan, yang terinfeksi dengan herpes, tidak menyadari infeksi mereka
6. kutu pada kemaluan, melekat pada rambut di sekitar kemaluan.Menyebabkan gatal dan kadang-kadang bercak darah dari bekas gigitan. Mereka menyebar melalui kontak kulit.
7. Chlamydia and gonorrhea, jarang terjadi pada lesbian tetapi penyakit dapat ditularkan melalui berbagi mainan seks atau menggosok vulva bersama-sama. Seringkali tidak ada gejala, meskipun mungkin ada pelepasan. Tanda pertama dari kedua infeksi mungkin nyeri di daerah panggul (pelvic inflammatory disease atau PID). Ada risiko infertilitas bagi perempuan yang memiliki klamidia yang tidak diobati.
8. Sifilis sangat menular dan kontak kulit selama berhubungan seks dapat menyebarkannya. Sifilis tidak menyebabkan ulkus terasa nyeri (atau chancres) muncul dimana bakteri masuk ke dalam tubuh. Sebuah Cangker pada vagina bisa hampir tidak kentara
9. Hepatitis mengacu pada infeksi virus yang menyebabkan peradangan hati. Bentuk-bentuk tertentu hepatitis dengan mudah dapat ditularkan dalam hubungan seks – misalnya dengan menyentuh atau berbagi mainan seks. Seringkali tidak ada gejala, walaupun bisa menyebabkan sakit kuning (kulit kuning) atau mual.

Semoga Informasi ini berguna.

Sumber : avert.org
Diterjemahkan oleh : Alfnar23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Meta

wirausaha online kontak jodoh

Iklan Rumah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: